Mauu yaa bu, mau yaa”, ajakku dengan penuh kekhawatiran jangan-jangan dia menolak.“Tapi nanti kemaleman lo Dik”, jawabnya.“Aah, baru jam tujuh. Link bokep Bunyinya mengagetkan dia, dia tersipu-sipu, tidak berani memandangiku lagi.Sampai selesai kami jadi berdiam-diaman. Kutidurkan dia di tempat tidur, kutelentangkan. Kebekuan cair sudah. Menyembullah buah dadanya yang putih menggunung (dia sudah tidak pakai BH). Kepalanya disandarkan di dadaku.“Paa, sudah lama kita nggak begini”, katanya lirih. Kalau nanti pengin menggendong anak, ya gendong saja Nia sama adiknya yang baru saja dibuat ini.” Dia tersenyum manis. Aku hanya memakai sarung, (tidak memakai celana dalam) dan kaos lengan panjang biar agak hangat.Dan memang kalau tidur aku tidak pernah pakai celana dalam tetapi hanya memakai sarung saja. Kita cari makan dulu yaa. Kalau aku hamil lagi, aku yakin suamiku tidak akan mengijinkan adiknya Nia kamu minta menjadi anak angkatmu. Kalau aku berani menggoda Bu Tadi pasti jadi masalah besar di kampungku. Lampu belakang rumah Bu Tadi sudah padam dari tadi. Biar tahu rasa”, kataku.“Ya sabar dulu deh paa,




















