Jadi budak sexmu pun… saya bahagia…”
“Huusssss…. Sungguh.” Aku menggelengkan kepala. Bokepindo Ggrraaahhhhh….. Mengambil pisau cukur dan krim punya Bapak, aku menyemprotkan busa putih di rambut kemaluan, lalu mulai mencukur.10 menit kemudian aku selesai dan bersiram di bawah pancuran air hangat. Ia menatapku dengan bingung. Jadi budak sexmu pun… saya bahagia…”
“Huusssss…. Bagaimana aku dapat memanggilnya sebagai kekasih, walaupun kini aku mencintainya dengan seluruh tubuh dan jiwaku?“Aku cinta padamu,” Kak Edo duduk di tepi ranjangnya. Aku akan kembali untukmu. Seketika aku seperti disetrum, tubuhku mengejang, tapi aku menahan diri dari bergerak atau bersuara. sekali lagi tangan yg kekar itu memegang pinggangku yg ramping erat-erat, menekan tubuhku ke bawah. Kami sudah, well, sering nonton pasangan yg begituan di sana sini. Walaupun mungkin nanti aku akan menjadi sedih. Gagah sekali. Terasa dingin di sore yg panas itu. Kekuatannya. Aku merasakan tangannya mengelus kedua pantatku. Mengenakan pakaian lengkap seperti biasa.Tubuhku terasa lelah sekali… hari belum larut saat aku membenamkan wajahku di kasur.




















