Rasanya sudah diujung. Malamnya, mbak Ratih sedang di kamar. Bokep jepang “Apa pendapatmu tentang diriku?”, tanyaku. Aku lalu Melepaskan t-shirtnya, kuangkat tangannya sedikit hingga tampak ketiaknya yang putih itu. Oww…sial, aku keluar. Ia memakai T-Shirt dan celana pendek. Tubuhnya sintal, ndak gemuk, juga ndak kurus. Tampak di vaginanya keluar sedikit cairan putih dan merah darah selaput daranya. Ia mengejang hebat sambil mengempit kepalaku beberapa saat. “Mbak, masih bangun?”, tanyaku. Penisku sudah on dari tadi sebenarnya. “Ntar juga kamu bakal ngerasain koq yang namanya kuliah gimana”, katanya. Tak perlu kuceritakan lagi bagaimana langkah-langkah hipnotisku. Mbak Ratih lalu berdiri dan menurunkan celana pendeknya, hingga tampaklah olehku CD-nya. Tapi nikmat banget. “Hahahah, aku ndak percaya ama yang begituan”, katanya. Aku masih perjaka lagian. Orangnya sudah kuliah, cantik dan banyak cowok-cowok tertarik kepadanya. Paginya ia tak ingat lagi kejadian tentang tadi malam. “Bayangin saja itu spiral adalah sebuah jalan, kakak ada di pinggir ujung spiral, lalu tujuan kakak adlah ke tengah spiral itu.”, kataku.




















