Akupun duduk dikursinya, Bapak bergeser kesamping dan duduk di kursi kecil disebelahku. Vaginaku memerah…dan tembem…. Bokep stw Akupun senang jika ada lelaki yang memperhatikan tubuhku. Kemudian aku berdiri mengangkangi Bapak yg duduk dikursi. “Bapak….cium bibir tesa Pak” perintahku pada Bapak. “Kebetulan belum Pak,tadi buru2..”aku menjawab sambil membereskan mejaku. “Oh..kamu ini…anak gadis telat terus…kebetulan, tadi saya beli sarapan 2…ayo sarapan dlu….kita ke ruangan saya saja…”ujar Bapak berjalan ke arah ruangannya sambil kembali memegang daguku. Dengan sigap Bapak menjilat vaginaku.. Sesaat kemudian, Bapak makin berani, kali ini dia mengelus pahaku dari balik celana jins ketatku. “Bapak…lepasin..jangan…” aku coba mengelak. “kamu isap lagi ya sayang…isap yang kencang….”kata Bapak sambil mengelus2 vaginaku yang banjir. Aku rasakan ujung penis Bapak menyentuh bibir vaginaku…”owh…Bapak….hmmmmm”…
Dengan satu hentakan….aku terkejut ketika penis yang besar itu berusaha menembus vaginaku
“owh….pak…tesa sakit pak…pelan2 aja ya sayang…..”
“Vagina tesa sakit pak….”hanya itu yg kuucapkan…
Bapak mulai mengangkat dan menurunkan tubuhku diatas pangkuannya. tanpa menunggu lama, kami sudah saling berciuman.Bibir Bapak mengulum2 bibir merahku, sementara lidah kami saling gulung.




















