Kunikmati dulu keadaan itu, dimana batang kemaluanku masih tertancap di lubang kemaluannya. Sudah minoritas, kebanyakan laki-laki pula. Bokep Rencana itu berjalan sukses, satpam yang menjaga pintu gerbang kampus tidak curiga begitu mobil kami lewat. Kugiring ia ke dalam kamar khusus karaoke yang kedap suara dan kukunci pintunya.Sebelumnya aku sudah mencabut kabel telepon, mengunci pagar dan lain-lain agar tidak tampak sesuatu yang mencurigakan dari luar. Entah kenapa, keadaan itu malah membuatku makin terangsang. Kebetulan tempat parkir kampusku sepi karena waktu itu sudah sore sekali, jam 6:00. Ai Ling langsung lemas dan tanpa perlawanan ia jatuh ke belakang. Ia menjerit-jerit kesakitan mohon ampun, meronta-ronta dengan tangan terikat, tetapi aku tetap memompanya dengan penuh semangat di bak mandi itu. Karena merasakan ada benda yang mengganjal dan keluar masuk di kemaluannya, akhirnya Ai Ling sadar. Sekarang kita masuk mobil, lu yang mengemudi dan ingat, pisau ini siap ngeluarin usus lu kalo lu macem-macen di jalan!” ancamku.




















