Kenapa ingin tahu HP-ku?”
“Aku tertarik denganmu. Bokeb Atau jika ingin request lagu.. Tangan kiriku masih memegang tangannya. Aku menuliskan request laguku dan memberikannya melalui pelayan cafe tersebut. Felicia dengan terampil mengikuti tempo kocokanku. Terus dikocok dan diremasnya. 081xx. Aku melambaikan tanganku dan tersenyum ke arahnya. Aku ada obat anti hamil kok..” Felicia meyakinkanku. Gak usah terkejut. Felicia menggelinjang geli. Felicia membalas ciumanku. “The Boy From Ipanema, please.. Tanganku merain kaosnya dan membukanya. Tapi tidak terlihat canggung. Perlahan aku merasakan penisku ereksi. Darahku berdesir. Gak usah terkejut. Makin bergairah. Aku tidak sempat lagi menutupi tubuh telanjangku.“Ups.. Beberapa kali aku membuat kesalahan yang kusengaja. Aku hanya tertarik mendengar suaranya. Kulihat payudara Felicia sedikit terayun-ayun. Tapi aku tak menyerah. Aku segera berdiri dan nekat membuka pintu kamarnya. Srr.. “Aman, Boy. Aku kecolongan. Kukira Felicia akan berteriak terkejut atau marah. Aku melupakan alasanku membuka pintu kamarnya. Kulihat Felicia bisa mengerti. Wah.. Jika ada yang ingin bernyanyi bersama saya, mari..




















